Kabupaten Blitar, tagarjatim.id – Sejumlah perempuan lanjut usia tampak semangat mengaji dan membaca al-Quran di teras pondok bambu, Kompleks Masjid Jami Mustajabud Daa’awaad, Dusun Bendilonje, Desa Kendalrejo, Kecamatan Talun Kabupaten Blitar, Kamis (6/3/25).

Mereka merupakan peserta pondok ramadan 1446 H, khusus janda lansia, yang digelar setiap dua pekan awal ramadan, setiap tahun.

Lansia dengan rentang usia 55 tahun hingga yang sudah renta yaitu 92 tahun, mengikuti kegiatan pondok ramadan selama 12 hari. Mereka tiba sejak hari pertama ramadan, dan menginap di sejumlah titik, di antaranya bilik bambu berkapasitas 13 orang, serta dua ruang kamar di sebelah masjid dan satu ruang di rumah warga.

Para lansia ini mengaku kegiatan ini rutin ditunggu, setiap ramadan tiba, dengan beragam alasan. Namun rata-rata, mereka senang berkumpul, belajar agama bersama meski berada di sisa usia.

“Ingin sekali mondok, sudah kedua kali di sini. Pokoknya senang di sini bahagia terus,” ungkap Istikomah, peserta pondok kepada wartawan di sela tadarus.

Istikomah, tampak berbinar, meski tengah menjalankan puasa hari keenam di tengah cuaca siang agak terik.

Sesekali dia mengajak sesama lansia kembali menyimak kitab suci, dan kembali melantukan ayat di juz pertama.

Istikomah merupakan warga Selopuro, sekitar 10 km dari lokasi pondok yang sudah dia kali ini menjadi peserta pondok ramadan. Baginya, berada di antara sesama lansia dan menimba ilmu agama adalah hal yang menentramkan.

“Kalau di rumah sibuk momong cucu, karena ada 7 orang cucu. Kalau di sini lebih senang, karena belajar agama,” imbuhnya.

Pengasuh pondok ramadan, Sri Banun yang telah menggelar kegiatan sejak awal mengaku setiap tahun pesertanya selalu meningkat.

Pertama digelar 2010 lalu, pesertanya hanya tigapuluhan yang merupakan warga sekitar lokasi saja, hingga akhirnya getok tular menyebar ke beberapa daerah.

Kini di tahun ke 15, kegiatan khusus untuk lansia ini kewalahan menerima peserta, bahkan harus menolak karena lokasinya yang tidak lagi bisa menampung.

Untuk kebutuhan makanan untuk seluruh peserta juga telah ditanggung oleh kelompok muslimat di Kecamatan Talun, karena dulu sejak awal mengandalkan dari uluran tangan dermawan atau donatur.

“Alhamdulilah, mulai tahun ini kami tidak lagi memasak sendiri untuk makan peserta. Semuanya sudah ditanggung oleh Muslimat kecamatan talun,” terang Sri Banun.

Lansia 70 tahun yang masih enerjik ini menambahkan, pondok ramadan lansia ini bertujuan memberikan bekal agama di sisa usia, dengan harapan jika sewaktu waktu ajal menjemput, mereka berharap Husnul Khatimah.

“Kematian itu pasti, makanya para lansia ini dibekali dengan kegiatan agama, bacaan al-Quran dan sewaktu waktu dipanggil Inshaallah Khusnul Khatimah,” pungkasnya. (*)